oleh

Wisata Adventur Kaung Tilu Bojong Rangkas, Impian Anak Desa Yang Membanggakan

Sejatinya Kabupaten Bekasi dikenal dengan kawasan industri terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Namun bukan itu pula yang ditawarkan oleh Kabupaten Bekasi.

Setiap wilayah daerahnya memiliki keunikan tersendiri, tak sedikit bisa kita jumpai berbagai macam tempat wisata yang menawarkan keindahan dan keunikannya.

Berlokasi di Daerah ALiran Sungai (DAS) Cibe’et, terletak di Kp. Ciranggon RT. 02/01 Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, atau berjarak kurang lebih 16 Kilometer dari pusat Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi, ada keindahan alam yang dikelolah oleh para tangan “Genius”.

Para tangan Genius ini terbentuk dalam kelompok masyarakat (paguyuban wisata). Diketuai oleh Gunawan, mereka bahu membahu mengembangkan potensi alam Ciranggon, dengan mendirikan Wisata Adventure Kawung Tilu, yang sudah direncanakan dari 2 tahun lalu.

Berdiri diatas tanah 4.600 meter persegi dari total 12 hektare milik masyarakat adat, awalnya Kang Gun (sapaan akrab Gunawan – Red) pada 6 tahun lalu, hanya berencana menanam pohon Jabon (Jati Kebon) sebagai penghijauan dan untuk menjaga erosi.

Juni 2018 silam, terbesat lah sebuah ide Kang Gun untuk membangun Wisata Adventur Kawung Tilu. Walaupun pada waktu itu hampir sebagian besar dari warga yang tergabung dalam paguyuban tidak yakin dan percaya dengan gagasan dan rencana Kang Gun. Bahkan dari mereka ada yang mengatakannya sebagai orang gila.

“Bagaimana mungkin hanya jejeran pohon jabon yang diselimuti oleh semak belukar yang letaknya pun berada ditepian sungai dan jauh dari pusat keramaian bisa menjadi sebuah tempat wisata,” begitu fikirnya.

Tapi, Kang Gun tidak putus harapan. Perlahan – lahan dia menyemangati dan memberi keyakinan kepada mereka bahwa idenya untuk menciptakan obyek wisata akan menjadi kenyataan. Dan akhirnya mereka mulai ada ketertarikan sekalipun ditengah perjalanan tidak sedikit diantara anggota paguyuban yang mundur.

Hari demi hari, bulan berganti bulan. Setelah sekian lama dan rintangan dalam proses pembangunan Kawung Tilu, kurang lebih 6 bulan lamanya hingga November 2016. Kang Gun bersama paguyuban yang tersisa bekerja keras tanpa kenal lelah tanpa dapat upah bayaran. Hanya bekal makan bersama yang disediakan sang istri setiap harinya, membuat semangat tak putus asa hingga akhirnya terbentuk lah Destinasi Wisata, walaupun pada waktu itu masih minim sekali fasilitasnya.

Akhirnya, hari bersejarah pun tiba. 27 November 2018 dibukalah Wisata Adventur Kawung Tilu untuk umum yang secara bersamaan diresmikan oleh Plt Bupati Bekasi pada saat itu yang diemban oleh H. Eka Supria Atmaja, SH.

Tak diduga dan tidak disangka ternyata Kawung Tilu mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena tidak pernah sepi dari pengunjung. Sejak itulah kepercayaan dan keyakinan paguyuban semakin kuat atas ajakan nya dalam membangun wisata. Dan dari hasil pendapatan wisata terus dibangunkan untuk penataan dan peningkatan fasilitas dan pendukung wisata.

Ditengah ramainya pengunjung Kawung Tilu, yang seakan menjadi bahan bakar semangat dan keyakinan kuat paguyuban akan memajukan Kawung Tilu, diluar dugaan terjadi pada awal tahun 2020.

Tingginya intensitas hujan pada awal tahun membuat sungai Cibe’et meluap. Luapan Cibe’et seakan menjadi meriam hangat yang meluluh lantahkan Kawung Tilu. Tanah terkikis longsor hingga beberapa fasilitas wisata hancur berantakan. Padahal, saat itu Kawung Tilu sudah tertata dan terbangun dengan indah.

Kejadian itu memang tidak ada yang menginginkan dan tak ada juga yang dapat mengetahui. Namun, ini menjadikan ujian untuk Kang Gun bersama paguyuban wisata, sebagai ketahanan mental dirinya dalam menggeluti usaha bersama ini.

Dengan semangat bersama, paguyuban wisata bahu membahu kembali membangun Wisata Adventur Kawung Tilu seperti sediakala.

“Saya bersama paguyuban akhirnya menata wisata kembali layaknya dari nol lagi selama dua bulan yaitu Januari sampai dengan Februari 2020, dan Alhamdulillah, akhirnya wisata bisa tertata dan terbangun lagi sekalipun belum pernah mendapat bantuan keuangan maupun infrastruktur dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi sampai tahun 2020 ini.” cerita dia.

Seperti proyek malin kundang, akhirnya Wisata Kawung Tilu kembali terlihat indah untuk pengunjung. Memang usaha tidak menghianati hasil.

Seperti pepatah dahulu berkata “Semakin tinggi pohon, semakin lebat buahnya dan semakin kencang angin menerpanya” Pepatah itu seperti kehidupan yang mungkin pernah kita rasakan, semakin kita tumbuh dewasa, semakin banyak pelajaran dan pengalaman yang kita dapat dan begitupun semakin banyak kita diuji.

Pepatah itu juga yang dirasakan oleh Kang Gun. Baru saja Kawung Tilu diterpa luapan sungai Cibe’et yang membuatnya lumpuh. Datang ujian berikutnya, awal Maret 2020 sampai dengan Juni 2020 dengan adanya Pandemi Corona, Wisata Adventure Kawung Tilu Bojong Rangkas ditutup total dari operasional karna adanya PSBB.

Namun itu tidak menjadi patah semangat. Kang Gun selalu ingat bahwa tuhan tidak akan memberikan ujian kepada umatnya melebihi kemampuannya. Kang Gun menuruti dan memenuhi standar protokol kesehatan yang sudah ditentukan dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Akhirnya, awal Juli 2020 Kawung Tilu bisa kembali eksis menyuguhkan pesonanya seperti sedia kala. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi saat ini, Bupati H. Eka Supria Atmaja, SH sangat mengapresiasi pengelolaan Wisata Adventur Kawung Tilu Bojong Rangkas. (bbg)

Komentar

News Feed